www.lakubos.com
Diberdayakan oleh Blogger.

About

Search

Benarkah Makanan Penyebab Munculnya Jerawat?

Banyak orang percaya cokelat, burger, kentang goreng bisa menyebabkan jerawat. Seperti ditulis Sophie Schulte-Hillen dari www.doctoroz.com, banyak dermatologis mengatakan, tidak ada hubungan antara makanan dan jerawat.
“Selama bertahun-tahun, hubungan antara diet dan jerawat telah menjadi kontroversi,” ujar seorang dermatolog asal New York City, Dr. Francesca Fusco.
“Tapi saya yakin, ada hubungan antara apa yang kita makan dengan kondisi kulit kita. Hanya saja, untuk membuktikannya sangat menantang,” ujarnya menambahkan.
Menurut Fusco, makanan dengan nilai indeks glikemik tinggi, seperti roti dan biji-bijian olahan, mengakibatkan efek buruk bagi kulit. Secara teori, karbohidrat olahan menyebabkan peningkatkan produksi zat minyak dalam kulit (sebum) dan membuat pori-pori tersumbat.
Fusco menyarankan konsumsi buah, sayur, biji-bijian dan protein agar kulit tetap sehat. Hindari pula konsumsi makanan olahan dan permen.
Salah satu makanan olahan yang sering dikaitkan dengan jerawat, ialah kentang goreng. Menurut dermatolog Dr Joel Omaha Schlessinger, bukan lemak dalam kentang goreng yang menyebabkan jerawat, melainkan karbohidrat olahan.
Selain kentang goreng, susu dan produk olahannya juga sering dikaitkan dengan jerawat. Sebuah artikel dalam Journal of American Academy of Dermatology tahun 2005 meneliti pola makan 47.355 wanita dan menemukan hubungan antara konsumsi susu dengan jerawat.
“Sebagian besar susu yang kita minum dihasilkan oleh sapi yang sedang hamil dan mengandung kadar hormon yang tinggi, sehingga mempengaruhi produksi kelenjar minyak,” jelas Schlessinger. Ia menyarankan agar konsumsi susu sapi diganti dengan susu almond, dan kurangi keju serta produk olahan susu lainnya.
Studi terbaru juga menemukan hubungan antara cokelat dan jerawat. Sepuluh pria berusia 18-35 tahun dengan jerawat ringan diberi camilan tanpa gula sebanyak 240 gram, sesekali camilan 100% cokelat cacao, dan makan sesuai kebiasaan selama seminggu kedepan. Di hari keempat, rata-rata jumlah lesi jerawat meningkat sebanyak 2,7-13,4. Nilai ini meningkat lagi hingga 18,2 pada hari ketujuh.
Dr William Danby, Assistant Professor of Dermatology at Dartmouth, menyatakan kebiasaan makan cokelat tidak menyebabkan jerawat, tetapi memperparah jerawat yang sudah ada. Jadi, jika Anda tidak memiliki jerawat, mengonsumsi 72% dark chocolate tidak menyebabkan jerawat dan justru bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah.
Beberapa makanan bisa mencegah timbulnya jerawat, seperti asam lemak omega 3 pada salmon dan suplemen minyak ikan, anti oksidan pada vitamin A, C dan E, juga flavanoid yang ditemukan pada buah dan sayur yang berwarna-warni.
Dr Danby merekomendasikan pasien yang berjerawat agar menjalankan diet bebas susu dan produk olahannya, serta diet rendah glikemik selama setidaknya enam bulan.
Schlessinger menyarankan untuk mengikuti naluri. Bila Anda mencurigai makanan tertentu (baik itu susu, permen atau makanan olahan) sebagai penyebab jerawat, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi makanan tersebut selama empat minggu. perhatikan, apakah kulit Anda membaik.
Pada akhirnya, Dr Fusco mengatakan, “Apa yang baik untuk tubuh, baik juga untuk kulit.”
Sumber Tulisan 
Demikian Postingan nGalesser mengenai Benarkah Makanan Penyebab Munculnya Jerawat??? Mudah-mudahan bermanfaat untuk pembaca semua!!! 
Ditulis oleh: nGalesser - Minggu, 28 April 2013